Senin, 03 Desember 2012
Ujian "Sabar dan Syukur"
Jika semasa hidupnya seseorang tidak pernah menyusahkan orang lain, maka begitu pula semasa tiadanya, insyaAllah dia juga tidak menyusahkan orang lain, barangkali salah satunya hikmah inilah yang dapat dipetik dari berpulangnya Pengasuh Al-Umm KH. Moeqoddar bin K. Khairuddien bin K. Abdul Waly. Beliau telah dipanggil Allah SWT pada Hari Rabu Tanggal 07 Nopember 2012 M Pukul 11.40 WIB di RSI Kaleanget Sumenep Jawa Timur.
Sudah menjadi adat/kebiasaan orang Sumenep, setiap kali datang menunaikan ibadah haji, diramaikan dengan penyambutan yang sangat meriah walaupun terkadang penyambutan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, karena adanya ajang pemborosan.
Hal semacam ini tidak terjadi pada saat kedatangan Ny. Hj. Munawiyah (istri Alm. KH. Moeqoddar) yang mana beliau datang pada hari yang sama dengan meninggalnya sang suami tercinta. Ny. Hj. Munawiyah sebelum terbang ke Surabaya, ketika itu masih di Jeddah,
Jumat, 31 Agustus 2012
Rabu, 01 Februari 2012
Apakah nubuwah Nabi SAW akan terealisasi
Roda Islam terus berputar (2):
Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi SAW yang tiada lagi sesudahnya. Amma ba’du…
Rasulullah SAW bersabda:
Apakah nubuwah Nabi SAW akan terealisasi dan khilafah nubuwah kembali tegak pasca runtuhnya pemerintahan diktator?
Oleh:
Syaikh Husain bin Umar hafizhahullah
Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi SAW yang tiada lagi sesudahnya. Amma ba’du…
Rasulullah SAW bersabda:
“تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ, ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا, ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ, فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ, ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا, ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا, فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ, ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا, ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً, فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ, ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا, ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةٍ. ثُمَّ سَكَتَ”
”Kenabian akan berlangsung di tengah kalian selama masa waktu yang dikehendaki oleh Allah. Allah kemudian mengangkatnya jika Dia telah berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian khilafah ‘ala minhaj nubuwwah berlangsung selama masa waktu yang dikehendaki oleh Allah. Allah kemudian mengangkatnya jika Dia telah berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian kerajaan yang diwariskan berlangsung selama masa waktu yang dikehendaki oleh Allah. Allah kemudian mengangkatnya jika Dia telah berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian kerajaan yang dikatator berlangsung selama masa waktu yang dikehendaki oleh Allah. Allah kemudian mengangkatnya jika Dia telah berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian khilafah ‘ala minhaj nubuwwah berlangsung.” Kemudian Rasulullah SAW diam.Kamis, 05 Januari 2012
Sa'di Nur Muhammad Januari 2012
Senin, 26 Desember 2011
Sa'di Nur Muhammad yang Sangat Sabar
Contoh anak dan keluarga yang sangat sabar adalah Sa'di Nur Muhammad (Adi) dan semua anggota keluarganya.
Selasa, 08 November 2011
Allah yang Memberikan Barokah Bukan Kiyai atau Guru
Banyak yang mengira bahwa kiyai dapat memberikan barokah kepada orang lain, padahal dalam shalat setiap membaca tahiyyat awwal selalu dibaca bahwa Allah lah yang memiliki barokah. Karena Allah yang memiliki barokah maka Allah pula yang dapat memberikannya kepada orang lain atau makhluknya.
Menurut logika, jika seseorang mampu memberikan barokah kepada orang lain maka keluarganya sendiri yang akan diberi barokah tersebut. Namun pada kenyataannya, kita dapat melihat, ada yang keturunan kiyai atau orang 'alim atau yang bersangkutan sendiri yang diuji dengan sakit misalnya tidak sembuh-sembuh, walupun sudah gonta-ganti dokter.
Menurut logika, jika seseorang mampu memberikan barokah kepada orang lain maka keluarganya sendiri yang akan diberi barokah tersebut. Namun pada kenyataannya, kita dapat melihat, ada yang keturunan kiyai atau orang 'alim atau yang bersangkutan sendiri yang diuji dengan sakit misalnya tidak sembuh-sembuh, walupun sudah gonta-ganti dokter.
Rabu, 02 November 2011
Penyakit Kiyai yang Bukan Ulama'
Kiyai belum tentu termasuk golongan ulama', toh walaupun mereka 'alim belum tentu termasuk ulma' akhirat. Banyak di zaman sekarang ini, orang 'alim atau ulama' yang hanya 'alim/pandai yakni termasuk ulama' dunia, akan tetapimereka tidak termasuk golongan ulama' akhirat.
Namun kalangan awam banyak menganggap bahwa setiap kiyai termasuk 'alim/ulama', hal tersebut keliru, apalagi orang-orang yang menganggap bahwa setiap ulama' itu termasuk ulama' akhirat. Mengapa demikian? hal itu terjadi karena mayoritas semua orang-orang 'alim sekarang ini hanya mementingkan pribadi, kelompok dan popularitas, sangat jarang yang benar-benar mengikuti ajaran Rasulullah SAW. mereka mengutamakan pendapatnya sendiri yang didasarkan pada kiyas dan ijma' walaupun
Namun kalangan awam banyak menganggap bahwa setiap kiyai termasuk 'alim/ulama', hal tersebut keliru, apalagi orang-orang yang menganggap bahwa setiap ulama' itu termasuk ulama' akhirat. Mengapa demikian? hal itu terjadi karena mayoritas semua orang-orang 'alim sekarang ini hanya mementingkan pribadi, kelompok dan popularitas, sangat jarang yang benar-benar mengikuti ajaran Rasulullah SAW. mereka mengutamakan pendapatnya sendiri yang didasarkan pada kiyas dan ijma' walaupun
Langganan:
Postingan (Atom)
